Posting TERPOPULER

Tampilkan postingan dengan label Penyusutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyusutan. Tampilkan semua postingan

Kamis

Pembelian Aktiva Tetap secara Paket

Pembelian Aktiva Tetap secara Paket

Pembelian aktiva tetap secara paket berarti beberapa aktiva baik sejenis maupun tidak sejenis digabung jadi satu dan harga perolehan yang didapat adalah harga perolehan gabungan. Untuk menentukan harga perolehan dari masing-masing aktiva tetap tersebut ditentukan oleh komposisi nilai setiap aktiva yang dilakukan seorang appraisal professional.

Ilustrasi:

Aktiva Tetap Nilai dari Aprisal Alokasi Biaya Harga Perolehan

Tanah $ 28,000 $ 28,000/$ 100,000 x $ 80,000 $ 22,400

Bangunan $ 60,000 $ 60,000/$ 100,000 x $ 80,000 $ 48,000

Peralatan $ 12,000 $ 12,000/$ 100,000 x $ 80,000 $ 9,600

$ 200,000 $ 80,000

Read More....

Senin

Pelepasan Aktiva Tetap

Pelepasan Aktiva Tetap

Pelepasan Aktiva merupakan kegiatan pengurangan jumlah aktiva yng dilakukan perusahaan karena berbagai alasan. Pertimbangan efisiensi telah menjadi acuan penting dalam memutuskan kebijakan aktiva.

Pelepasan Aktiva dibedakan dalam tiga macam kategori.

Pengapkiran Aktiva :

Aktiva yang diapkir berarti sudah diakhiri masa tugasnya dan nilai bukunya kalau masih ada dinyatakan dihapus.

Contoh :

Peralatan berharga Rp.24.000.000 telah disusutkan secara penuh berdasarkan dengan umur manfaat pada tanggal 31 Desember 2007. Pada tanggal 10 Februari 2008, peralatan tersebut dinyatakan diapkirkan.

Jurnal tanggal 10 Februari 2008 :

Debet : Akumulasi Penyusutan Rp. 24.000.000

Kredit : Peralatan Rp. 24.000.000

Apabila aktiva akan diapkirkan belum disusutkan secara penuh maka dihitung besarnya penyusutan menjelang diapkirkan :

Katakanlah pada contoh diatas peralatan tersebut disusutkan dengan tariff garis lurus 12,5% sehingga besarnya akumulasi penyusutan yang terkumpul adalah Rp. 21.000.000 pada tanggal 31 Desember 2007. Diapkirkan pada 29 Maret 2008.

Jurnal tanggal 29 Maret 2008 :

Debet : Beban Penyusutan-Peralatan Rp.750.000

Credit : Akumulasi Penyusutan-Peralatan Rp. 750.000


Jurnal saat pengapkiran aktiva:

Debet : Akumulasi Penyusutan-Peralatan Rp. 21.750.000

Debet : Kerugian Pelepasan Aktiva Rp. 2.250.000

Credit : Peralatan Rp.24.000.000


Penjualan Aktiva :

Mesin yang dibeli awal tahun 2000 seharga Rp. 36.000.000 disusutkan dengan menggunakan tariff garis lurus 10%, dijual tunai pada tanggal 27 Mei 2008 seharga nilai bukunya .

Jurnal 27 Mei 2008 :

Debet : Beban Penyusutan-Mesin Rp 1.500.000

Kredit : Akumulasi Penyusutan-Mesin Rp. 1.500.000

Jurnal saat penjualan aktiva:

Debet : Kas Rp. 5.700.000

Debet : .Akumulasi Penyusutan Rp. 30.300.000

Kredit : Mesin Rp. 36.000.000

Dijual Rp. 3.000.000 dibawah nilai buku maka timbul kerugian.


Jurnal tanggal 27 Mei 2008 :

Debet : Kas Rp. 3.000.000

Debet : Akumulasi Penyusutan-Mesin Rp 30.300..000.

Debet : Kerugian Pelepasan Aktiva-Mesin Rp. 700.000

Kredit : Mesin Rp. 36.000.000,-


Pertukaran Aktiva Sejenis

Yang dinamakan dengan pertukaran aktiva sejenis adalah sesama aktiva yang mempunyai karateristik dan kegunaaan yang sama dipertukarkan dengan cara-cara menguntungkan dan kedua belah pihak bukan sama-sama pedagang.

Keuntungan dari pertukaran

Untuk tujuan pelaporan keuangan maka keuntungan yang diperoleh dari pertukaran aktiva tidak diakui karena tujuan pokok dari kepemilikan aktiva tetap adalah mendapatkan manfaatnya bukan hendak dijual untuk mendapatkan laba/gain.


Harga perolehan aktiva baru = kas yang dibayar + nilai buku aktiva lama

Ilustrasi:

Nilai buku aktiva lama .................................................. $ 1,600

Kas yang dibayarkan pada tanggal pertukaran .......... $ 7.800

Biaya aktiva baru ........................................................ $ 9,400

Read More....

Sabtu

Depresiasi Angka Tahun

Depresiasi Angka Tahun

Sum of Year Digit Method

Metode angka tahun agak berbeda dengan saldo menurun hanya konsepnya sama dengan metode saldo menurun, yaitu aktiva masih baru jumlah depresiasinya besar, kemudian makin lama makin kecil.

Angka tahun dapat dihitung dengan menggunakan

Rumus = N (N+1)/2

Nilai sisa dapat digunakan dalam perhitungan.

Ilustrasi : PEMBELIAN AWAL TAHUN

CV. Bawal membeli mesin foto copy seharga Rp. 10.000.000 umur 4 tahun pada tanggal 3 Januari 2006.

Jawab :

Jumlah angka tahun = 4+3+2+1 = 10

Depresiasi 2006 = 4/10 x Rp. 10.000.000 = Rp. 4.000.000

Jurnal pada akhir tahun 2006 :

D : Beban Depreasiasi- Mesin Foto Copy Rp. 4.000.000

K : Akumulasi Depresiasi- Mesin Foto Copy ………….. Rp.4.000.000

Depresiasi 2007 = 3/10 x Rp. 10.000.000 = Rp. 3.000.000

Jurnal pada akhir tahun 2007 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Foto Copy Rp. 3.000.000

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Foto Copy Rp. 3.000.000

Depresiasi 2008 = 2/10 x Rp.10.000.000 = Rp. 2.000.000

Jurnal pada akhir tahun 2008 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Foto Copy Rp. 2.000.000

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Foto Copy Rp. 2.000.000

Depresiasi 2009 = 1/10 x Rp. 10.000.000

Jurnal pada akhir tahun 2009 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Foto Copy Rp. 1.000.000

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Foto Copy Rp.1.000.000

Ilustrasi : PEMBELIAN TAHUN BERJALAN

Pada tanggal 19 Mei 2008, PT Belanak membeli Mesin Es Krim seharga Rp.24.000.000 dengan umur 4 tahun.

Depresiasi 2008 = 4/10 x 7/12 x Rp. 24.000.000 = Rp.5.600.000

D : Beban Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 5.600.000

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 5.600.000

Depresiasi 2009 = 4/10 x 5/12 x Rp. 24.000.000 = Rp. 4.000.000

3/10 x7/12 x Rp. 24.000.000 = Rp. 4.200.000


Jurnal pada akhir tahun 2009 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 8.200.000

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 8.200.000

Depresiasi 2010 = 3/10 x 5/12 x Rp. 24.000.000 = Rp. 3.000.000

= 2/10 x 7/12 x Rp. 24.000.000 = Rp.2.800.000

Jurnal pada akhir tahun 2010 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 5.800.000

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Es Krim Rp 5.800.000

Depresiasi 2011 = 2/10 x 5/12 x Rp. 24.000.000= Rp 2.000.000

= 1/10 x 7/12 x Rp. 24.000.000 = Rp.1.400.000

Jurnal pada akhir tahun 2011 :

D: Beban Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 3.400.000

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 3.400.000

Depresiasi 2012 = 1/10 x 5/12 x Rp. 24.000.000 = 1.000.000

Jurnal pada tanggal 31 Mei 2012

D: Beban Depresiasi-Mesin Es Krim Rp. 1.000.000

K: Akumulasi Depresiasi-Mesin Es Krim Rp.1.000.000

Read More....

Jumat

Depresiasi Unit Produksi

Depresiasi Unit Produksi

Unit of Production Method

Depresiasi metode unit produksi menjadikan kapasitas produksi sebagai pedoman dalam penentuan besarnya depresiasi, dan besarnya produksi yang dilakukan dalam kapasitas produksi tersebut merupakan metode yang digunakan untuk menghitung depresiasi.


Rumus menghitung depresiasi :


Tarif = Harga perolehan-nilai sisa/kapasitas produksi

depresiasi


Ilustrasi :

PT Garuda Nusantara membeli mesin penggilingan padi seharga Rp.10.000.000 dengan kapasitas produksi 50 ton beras, umur 4 tahun. Adapun perincian pemakaian selama 4 tahun tersebut :

Tahun 1 : 15 ton

Tahun 2 : 10 ton

Tahun 3 : 20 ton

Tahun 4 : 5 ton

Jawab :

Depresiasi tahun.ke1 = Rp.10.000.000/50 ton x 15 ton = Rp. 3.000.000,-

Jurnal pada akhir tahun ke 1 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Penggilingan Padi Rp. 3.000.000

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Penggilingan Padi...............Rp. 3.000.000

Depresiasi tahun ke 2 := Rp. 200.000 x 10 ton = Rp. 2.000.000

Jurnal pada akhir tahun ke 2 :

Beban Depresiasi-Mesin Penggilingan Padi Rp.2.000.000

Akumulasi Depresiasi-Mesin Penggilingan Padi Rp. 2.000.000

Depresiasi tahun ke 3 = Rp. 200.000 x 20 ton = Rp. 4.000.000


Jurnal pada akhir tahun ke 3 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Penggilingan Padi Rp.4.000.000

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Penggilingan Padi ..............Rp. 4.000.000


Depresiasi tahun ke 4 = Rp. 200.000 x 5 ton = R. 1.000.000


Jurnal pada akhir tahun ke 4 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Penggilingan Padi Rp. 1.000.000,-

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Penggilingan Padi........... Rp. 1.000.000,-



Read More....

Kamis

Metode Depresiasi Saldo Menurun Ganda

Metode Depresiasi Saldo Menurun Ganda

Double Declining Balance Method

Depresiasi metode saldo menurun berangkat dari anggapan bahwa aktiva baru sangat besar peranannya dalam usaha mendapatkan penghasilan, peranan aktiva tersebut semakin lama semakin mengecil seiring dengan semakin tuanya aktiva tersebut.

Nilai sisa atau nilai residu tidak diikutsertakan dalam perhitungan.

Satu-satunya metode depresiasi yang menggunakan nilai buku.

Pembelian melewati tanggal 15 bulan berjalan, depresiasi dihitung pada bulan berikutnya.

Rumus Depresiasi Saldo Menurun :

= { (100%/umur ekonomis) x 2 } x Nilai Perolehan/Nilai Buku


ilustrasi : PEMBELIAN AWAL TAHUN

CV. Matahari Fajar membeli peralatan pada tanggal 3 Januari 2007 seharga Rp. 50.000.000,- dengan nilai sisa diperkirakan sebesar 5% dari harga perolehan. Umur ekonomis 4 tahun ( nilai sisa tidak digunakan hanya jebakan saja).

Depresiasi 2007 ={ ( 100% /4) x 2 } x Rp. 50.000.000

= Rp. 25.000.000,-


Jurnal pada tanggal 31 Desember 2007 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan....... Rp. 25.000.000,-

K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan......................... Rp. 25.000.000

Depresiasi 2008 = 50% x ( Rp. 50 jt – 25 jt ) = Rp. 12.500.000


Jurnal pada tanggal 31 Desember 2008 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan ........Rp. 12.500.000

K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan ........................ Rp. 12.500.000

Depresiasi 2009 = 50% x (Rp 50 jt-25jt-12,5jt) = Rp. 6.250.000


Jurnal pada tanggal 31 Desember 2009 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan .......Rp. 6.250.000

K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan ......................... Rp. 6.250.000

Depresiasi 2010 = Rp.50 jt – 25jt-12,5jt-6,25jt = Rp. 6.250.000


Jurnal pada tanggal 31 Desember 2010 :

D : Beban Depresiasi-Peralatan....... Rp. 6.250.000

K : Akumulasi Depresiasi-Peralatan...........................Rp.6.250.000


Ilustrasi : PEMBELIAN TAHUN BERJALAN

UD. Halimun Pagi membeli mesin bubut pada tanggal 23 September 2006 seharga Rp. 30.000.000 umur 4 tahun.

Depresiasi 2006 = {(100%/4)x 2 } x 3/12 x Rp.30.000.000 = Rp. 3.750.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2006 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut ...... Rp. 3.750.000,-

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut .......................Rp. 3.750.000,-

Depresiasi 2007 = 50% x (Rp. 30jt-3,75jt) = Rp.13.125.000

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2007 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut .......Rp. 13.125.000

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut ....................... Rp. 13.125.000

Depresiasi 2008 = 50% x ( Rp.30jt-3,75jt-13,125jt)= Rp. 6.562.500

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2008 :

Beban Depresiasi-Mesin Bubut ............Rp. 6.562.500

Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut .............................Rp. 6.562.500

Depresiasi 2009= 50% x (Rp.30jt-3,75jt-13,125jt-6,5625jt)=Rp. 3.281.250

Jurnal pada tanggal 31 Desember 2009 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut .......Rp. 3.281.250

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut ......................... Rp. 3.281.250

Depresiasi 2010 = Rp. 3.281.250 ( sisanya saja)

Jurnal pada tanggal 30 September 2010 :

D : Beban Depresiasi-Mesin Bubut .......Rp. 3.281.250

K : Akumulasi Depresiasi-Mesin Bubut ......................R3.281.250

Read More....

Metode Depresiasi Garis Lurus

Metode Depresiasi Garis Lurus

Straight Line Method

Metode Garis Lurus menghitung besarnya depresiasi dengan anggapan bahwa sumbangsih suatu aktiva dalam membantu memperoleh penghasilan sama setiap tahunnya.

Saat mulai terhitung depreasiasi adalah sejak tanggal perolehan aktiva atau saat digunakan secara komersial.

Nilai sisa atau nilai residu dapat dikurangkan terhadap nilai perolehan aktiva tersebut, dan nilai sisa artinya nilai aktiva yang disusutkan pada akhir umur ekonomis..

Rumus menghitung depresiasi/tahun metode garis lurus :

Depresiasi/tahun = (Harga Perolehan-Nilai sisa)/umur ekonomis

Ilustrasi : PEMBELIAN AWAL TAHUN

Kendaraan dibeli tanggal 1 Januari 2006 seharga Rp. 80.000.000,- dengan nilai sisa Rp. 5.000.000, umur ekonomis 5 tahun.

Depresiasi/tahun = ( Rp.80.000.000-Rp8.000.000)/5 tahun

= Rp. 15.000.000,-

Jurnal setiap akhir tahun (31/12) yaitu tahun 2006, 2007, 2008,2009 dan 2010 :

D : Beban Depresiasi-Kendaraan ....... Rp.15.000.000,-

K : Akumulasi Depresiasi--Kendaraan ...................... Rp. 15.000.000,-


Ilustrasi : PEMBELIAN TAHUN BERJALAN

Mesin dibeli tanggal 20/5/2007 seharga Rp. 52.000.000 dengan umur ekonomis 4 tahun, nilai sisa Rp. 4.000.000

Depresiasi 2007 = 7/12 x ( 52.000.000-4.000.000)/4 tahun

= Rp. 7.000.000,-

Jurnal pada tanggal 31/12/2007 : selama 7 bulan

D : Beban Depresiasi-Mobil ........Rp. 7.000.000,-

K : Akumulasi Depresiasi-Mobil ........................Rp. 7.000.000,-

Jurnal pada tanggal 31/12/2008, 2009, 2010

D : Beban Depresiasi-Mobil ........ Rp. 12.000.000,-

K : Akumulasi Depresiasi-Mobil.......................... Rp. 12.000.000,-

Jurnal pada tanggal 31/5/2011

D : Beban Depresiasi-Mobil .........Rp. 5.000.000,-

K : Akumulasi Depresiasi-Mobil ........................ Rp. 5.000.000,-



Read More....