Posting TERPOPULER

Tampilkan postingan dengan label Biaya Gabungan-Sampingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biaya Gabungan-Sampingan. Tampilkan semua postingan

Selasa

Produk Sampingan, Reversal Cost

Produk Sampingan, Reversal Cost

Dengan reversal cost digunakan asumsi bahwa estimasi laba kotor dan estimasi nilai produk sampingan dibebankan ke produk utama. Sehingga biaya produksi produk utama menjadi semakin kecil karena ada hasil bersih yang diperoleh produk sampingan.

Disisi lain kita juga bisa memperoleh harga pokok di titik pisah batas dengan cara menghitung mundur, mulai dari harga jual pasar final dikurangkan dengan estimasi laba kotor dan harga pokok setelah titik pisah batas.

Read More....

Produk Utama versus Produk Sampingan

Produk Utama versus Produk Sampingan

Perbandingan produk utama dan produk sampingan terjadi dalam suatu kondisi dimana perusahaan memproduksi beberapa produk yang berbeda-beda, baik jenis, ukuran maupun kepentingan yang ada dibalik kegiatan produksi tersebut, maka skala prioritas menjadi issue yang penting. Lazimnya perusahaan tidak mampu memfokuskan seluruh perhatiannya kepada semua produk yang dihasilkan dan secara teknis juga dibatasi oleh kendala teknologi, sehingga timbul istilah produk andalan dan produk sampingan.

Karakteristik Produk Utama, produk utama adalah produk penting dan menjadi tujuan utama dari target pemasaran perusahaan. Proses produksipun disetting sepenuhnya untuk menghasilkan produk andalan ini. Sebagian besar biaya produksi yang telah dikeluarkan digunakan untuk mendukung produksi produk utama ini.

Karakteristik Produk Sampingan, produk sampingan adalah produk yang dihasilkan secara bersama-sama dengan produk utama. Produk sampingan ini merupakan produk yang tidak dapat dihindari dari hasil setting produk utama tersebut, dan mau tidak mau harus diterima sebagai konsekuensi dari tujuan produksi.

Read More....

Alokasi Biaya Gabungan, Metode Harga Pasar

Alokasi Biaya Gabungan, Metode Harga Pasar

Salah satu metode mengalokasi biaya gabungan ini adalah dengan menggunakan harga pasar masing-masing produk karena dengan menggunakan harga pasar yang netral maka tidak akan mengganggu aspek profitabilitas masing-masing produk tersebut.
Biaya gabungan yang sudah digunakan bersama-sama untuk menghasilkan sejumlah produk harus ditentukan biayanya untuk masing-masing produk. Karena tidaklah tepat kalau joint cost ini hanya dibebankan pada produk saja padahal biayanya dipakai untuk beberapa produk.

Ada dua kondisi dalam penghitungan alokasi biaya gabungan untuk produk gabungan ini, yaitu:

* Produk gabungan dapat dijual di titik pisah
* Produk gabungan dijual setelah di titik pisah

Read More....

Alokasi Biaya Gabungan, Biaya Rata-Rata Tertimbang per unit

Alokasi Biaya Gabungan, Biaya Rata-Rata Tertimbang per unit

Biaya produksi yang dikeluarkan untuk membiayai beberapa produk secara bersama-sama dinamakan dengan biaya gabungan (joint cost). Biaya gabungan ini akan menjadi tidak matching kalau hanya dibebankan pada satu jenis produk saja, padahal biaya tersebut dinikmati secara bersama-sama. Maka dengan demikian cocoknya biaya gabungan ini harus dialokasikan kesemua produk yang ada berdasarkan jumlah unit yang diproduksi. Cuma bedanya dengan adanya pembobotan yang diberikan pada setiap produk yang mencerminkan posisi kepentingan perusahaan terhadap produk-produk tersebut.

Formula :

Alokasi biaya gabungan=BIAYA GABUNGAN/RATA2 TERTIMBANG

Ilustrasi:

Biaya produksi untuk memproduksi produk P, Q, R dan S sebesar Rp. 2.000.000,- Hasil produksi yang diperoleh adalah produk P sebanyak 100 unit, Q sebanyak 200 unit, R sebanyak 150 unit dan S sebanyak 50 unit. Pembobotan yang diberikan adalah produk P sebesar 5 poin, Q sebesar 3 poin, R sebesar 10 poin dan yang terakhir produk S sebesar 4 poin.

Solusi:

Produk .. Unit.. Poin.. Rata2 Tertimbang.. Biaya/unit.. Alokasi

P........... 100..... 5 ............ 500.............. Rp. 800,- ...Rp. 400.000,-

Q .......... 200 .... 1,5.......... 300 ............. Rp. 800,-.... Rp. 240.000,-

R .......... 150 .... 10.......... 1.500 ............ Rp. 800,-... Rp. 1.200.000,-

S .............50 ......4............ 200.............. Rp. 800,-... Rp. 160.000,-

Total ............................. 2.500................................ Rp. 2.000.000,-

Alokasi = Rp.2.000.000,-/2.500 = Rp. 800,-per unit

Read More....

Alokasi Biaya Gabungan, Biaya Rata2 per unit

Alokasi Biaya Gabungan, Biaya Rata2 per unit

Biaya produksi yang dikeluarkan untuk membiayai beberapa produk secara bersama-sama dinamakan dengan biaya gabungan (joint cost). Biaya gabungan ini akan menjadi tidak matching kalau hanya dibebankan pada satu jenis produk saja, padahal biaya tersebut dinikmati secara bersama-sama. Maka dengan demikian cocoknya biaya gabungan ini harus dialokasikan kesemua produk yang ada berdasarkan jumlah unit yang diproduksi.

Formula : Biaya rata2/unit = BIAYA GABUNGAN/UNIT PRODUKSI

Ilustrasi:

Biaya produksi untuk memproduksi produk P, Q, R dan S sebesar Rp. 2.000.000,- Hasil produksi yang diperoleh adalah produk P sebanyak 100 unit, Q sebanyak 200 unit, R sebanyak 150 unit dan S sebanyak 50 unit.

Solusi:

Biaya rata2 /unit = Rp. 2.000.000/500 unit = Rp. 4.000,- per unit

Produk Unit Produksi Alokasi Biaya Gabungan

P.............. 100............. Rp. 400.000,-

Q ............. 200............. Rp. 800.000,-

R ............. 150............. Rp. 600.000,-

S................ 50............. Rp. 200.000,-

Total ...... 500......... Rp. 2.000.000,-

Konklusi:

Produk P menerima alokasi biaya produksi bersama adalah sebesar Rp. 400.000,-, Q sebesar Rp. 800.000,-, R sebesar Rp. 600.000,- dan S hanya menerima sebesar Rp. 200.000,- saja.

Read More....